GESER dan IBL Demo Kejaksaan, DPRK dan Kantor Bupati Simeulue
Daerah | Rabu, 21 Januari 2026 09:21:30 WIB
Siagaonlie.com, Simeulue - Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Suara Rakyat Simeulue (Geser) dan Ikatan Becak Loging (IBL) Kabupaten melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan dan Kantor DPRK serta Kantor Bupati Simeulue, Senin (19/01/2026)
Para demonstran dari GESER dan IBL ini, mengawali aksi unjuk rasa ke kantor Kejaksaan Negeri Simeulue, pada pukul 11 pagi. Namun setelah menyampaikan orasi secara bergantian para demonstran hanya ditemui oleh Kasi Intel Kejaksaan Simeulue diluar pagar dan gagal bertemu dengan Kepala Kajari Simeulue, Ilham Wahyudi, S.H., M.H karena sedang berada diluar daerah.
Pantauan wartawan media siagaonline.com dilapangan ada beberapa kasus menjadi sorotan para demonstran yang tengah bergulir di Kejari Simeulue. Dalam orasi itu secara gamblang melalui pengeras suara di sampaikan oleh peserta aksi di depan pagar kantor kejaksaan salahsatunya terkait tindaklanjut kepastian hukum dugaan Korupsi BaitulMal.
Dihadapan para demonstran, Kasi Intel Kejaksaan Simeulue, Fickry Abrar Pratama, S.H., M.H mengatakan, besok kami dari kejaksaan melakukan pres rilis dan mengundang para wartawan, silahkan teman-teman aktivis juga berhadir," ucap Fickry.
Tak terima dengan penjelasan Kasi Intel Kejaksaan, Para demonstran pun meminta Kasi Intel Kejaksaan menelepon Kepala Kejaksaan untuk mendapatkan jawaban pasti terkait penuntasan sejumlah kasus yang ditangani Kejaksaan Negeri Simeulue.
"Sekarang Zaman sudah canggih, kami ingin mendapatkan jawaban langsung dari kepala kejaksaan Simeulue, silahkan pak kasi Intel telepon bapak Kajari," ungkap salah seorang koordinator aksi.
Terkait petisi kami tidak bisa menandatangani karena kami bukan pengambil kebijakan dan kami juga tidak bersedia menelpon bapak Kajari karena bapak Kajari sedang rapat diluar daerah," kata Kasi Intel Kejaksaan.
Aksi sempat memanas, saling dorong antara peserta aksi dan pengamanan pun terjadi dikarenakan harapan para demonstran untuk mendapatkan jawaban langsung dari pucuk pimpinan Kejaksaan Negeri di kepulauan ujung barat Aceh itu tak terpenuhi. Setelah dilakukan negosiasi oleh pihak keamanan para peserta aksi pun mulai tenang dan pihak kejaksaan pun kembali menemui para demonstran dengan jawaban langsung dari Kepala Kejaksaan melalui telepon selulernya.
Usai mendapatkan jawaban dari Kepala Kejaksaan Negeri Simeulue, para demonstran pun melanjutkan aksi di depan Kantor DPRK. Kedatangan para peserta aksi itu langsung diterima oleh Pimpinan DPRK Simeulue, Sunardi Sihombing dan anggota, Ugek Farlian, Rita Diana, Florida, Eri Susanti.
Orasi di DPRK, para demonstran menyampaikan beberapa aspirasi mereka terkait tidak adanya alokasi beasiswa pada tahun 2026, Aktivitas PT. Raja Marga dan keluhuran tukang becak Loging di Kabupaten Simeulue.
Setelah mendapatkan jawaban dari DPRK, massa pun langsung menuju ke Kantor Bupati Simeulue. Kehadiran para peserta aksi itu disambut langsung oleh Wakil Bupati, Nusar Amin, Sekretaris Daerah (Sekda), Asludin, Kabag Hukum, para Asisten, Kepala Keuangan, Kadis Pendidikan dan Kadis Pertanian. Sedangkan Bupati Simeulue berapa diluar daerah.
Menjawab tuntutan peserta aksi, Wakil Bupati Simeulue, Nusar Amin, mengatakan terkait alokasi beasiswa tahun 2026 memang tidak ada, yang ada melalui dana pokok pikiran (Pokir) DPRK dan sudah diposisikan di dinas pendidikan. Namun itu kata Wabup Nusar, alokasi itu peruntukannya untuk anak-anak Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Wabup Nusar pun menjelaskan, Pemda Simeulue telah positif mengalokasikan beasiswa bersumber dari Baitulmal sebesar Rp1.5 miliar dan pihak Pemda juga akan mengupayakan beasiswa tambahan pada APBK Perubahan tahun 2026.
Terkait mutasi, Wabup Nusar mengatakan, akhir Januari atau awal Februari, akan digelar mutasi pejabat dan staff di tubuh Pemerintahan Kabupaten Simeulue. Wabup Nusar pun tak menampik penilaian peserta aksi yang menilai sistem pemerintahan yang ia pimpin bersama Bupati Monas terkesan lamban. Namun Wabup Nusar juga menjelaskan banyak faktor yang mempengaruhi lamban pemerintahan yang mereka pimpin, bahkan Wabup Nusar mengatakan para ASN ini sudah berapa bulan belum terima gaji namun karena ini ibadah dan bentuk keikhlasan mereka tetap bekerja," kata Wakil Bupati Simeulue
Setelah mendapatkan jawaban, para peserta aksi pun dengan tertib meninggalkan kantor Bupati Simeulue. Aksi yang dikawal pihak keamanan Polres Simeulue dan TNI serta Satpol-PP/WH itu berjalan baik dan damai.
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
[email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda) |
Komentar Anda :